Bahagia itu Sederhana

Langit berwarna biru mengikuti langkahku kemanapun aku pergi. Perlahan menyusuri tapakan kaki menuju istana sederhana. Di sanalah kebahagiaan sedang bertemu. Teriakan seruan anak kecil mengiringi kedatangan kami. bermain dan belajar bersama. Bahagia itu sederhana.

Siapa menyangka mereka adalah anak-anak yang hidup dalam kesederhanaan. Tinggal dalam sepetak istana yang dikelilingi genangan air rawa. Suara kereta yang terdengar tiap jam nya sudah biasa baginya. Bahkan mencari perlindungan saat hujan datang karena banjir rob siap menghadangpun juga sudah biasa. Inilah anak-anak luar biasa Desa Tenggang, Kaligawe Semarang.

Secara sekilas tidak ada yang berbeda dari anak-anak ini. Bahkan antusias mereka, tekad mereka sungguh luar biasa. Sekitar 35 anak datang ke istana sederhana untuk belajar bersama dengan para “Sahabat Tenggang”.   Terlihat akrab dan menyenangkan. Rengekan manja mereka tidak lain adalah cara mereka untuk memperoleh ilmu baru dari kakak pengajarnya.

1n

Waktu pengajaran usai, sebagian anak berpamitan pulang. Sedangkan sebagian lagi bermain bersama mengenal alam. Sore itu awan semakin menutupi cerahnya langit. Kami, beserta sebagian anak menyusuri kelokan jalan rawa untuk mengenal alam. Tanah lapuk dan basah menjadi bukti seringnya air masuk ke daratan saat hujan.

1f

 

Tumpukan sampah di atas rawa membuat kotornya pemandangan. Hujan mulai turun membasahi baju. Dengan sikap berlindung, mereka tetap menikmati perjalanan. Susuran jalanan berlumpur, banyak batu dan berkelok.

Hari semakin gelap, saat tiba kembali ke istana sederhana, dengan riang mereka mencium tangan kaka pengajar untuk berpamitan pulang. Ada yang menuju rumah untuk bermain kembali dengan keluarga namun adapula yang pulang memang untuk menjaga rumah. Ancaman banjir selalu datang tiap kali hujan turun. Sedangkan orang tuanya bepergian untuk mencari sesuap nasi. Bagaimana bisa?

 

Mereka mengajarkan arti kebahagiaan, ketegaran hidup. Bahwa sesungguhnya kebahagiaan bisa didapat asalkan ada rasa syukur di dalamnya terhadap apa yang dimiliki dan apa yang terjadi. Indahnya kehidupan pinggiran kota besar seindah senyuman mereka untuk Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: