Creativity

ANGONKU

Rapuh

Rapuh tubuhnya

Renta umurnya

Rantas rambutnya

Sungai deras dialirinya

Kerikil batu dijalankannya

Duri pohon dipeganginya

Sambut penuh isi perutnya

Kaki kaki kecil melangkah

Kulit-kulit keriput telah tampak

Rintihan perih terdengar pecah

Dadapun seakan sesak

Sesak hati senyum berkembang

Kini ia lega

Angonnya telah kenyang

Pakaiannya telah penuh

Ilmunya telah terisi

Istirahatnya tak lagi terganggu

Hanya tenaganya kurang berisi

Pikirannya membayang bayang

Bagaimana perut angonku esok?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: