Permaisuri Jelata (Part 2)

Dua hari berlalu sejak undangan sang pangeran teruntuk putri. Dikala mata sang gadis baru saja terbuka, ia sudah mendapati nama sang pangeran masuk ke dalam daftar kotak masuk di surat elektroniknya. Setengah terkejut ia membukanya. Ternyata itulah pesan pangeran untuk sang gadis di malam sebelumnya. Komunikasipun berlanjut diantara keduanya. Semula berjalan empuk, alus, meski terkesan sedikit kaku. Dalam pesan elektronik tersebut sang pangeran menyampaikan permintaan pertolongan sang gadis yang mana mengharuskan mereka bertemu. Tanpa banyak berfikir sang gadipun setuju dengan usulan sang pangeran yang meminta izin mengambil gambar sang gadis menggunakan kostum kebangsaan pangeran bersama pangeran.

Esokpun tiba, sang gadis yang sudah menunggu kehadiran pangeran sejak pagi sudah tampak tak tenang. Aneh memang. Sikap sang gadis memang nampak sangat berlebihan hanya untuk membicarakan sang pangeran yang notabene hanya sebatas teman baru. Waktupun menjawab, pangeran datang dengan kereta kuuda miliknya. Kali ini tidaklah hanya pangera sebagai penunggangnya, ia membawa pasukan yakni dua orang pengawal dekatnya. Jabatan tanganpun terjadi. Genggaman erat diberikan sang permaisuri jelata terhadap dinginnya tangan sang pangeran dengan genggaman yang lembut. Merekapun saling memperkenalkan diri.

Pangeran dan kedua pengawalnya di bawa sang calon permaisuri dan temannya ke dalam sebuah gedung di mana tempat permaisuri memperoleh ilmu. Di sanalah setelah sang gadis berganti kostum kebangsaan pangeran, mereka berfoto dengan posisi sangat berdekatan.

Dua kali gambar diambil untuk pasangan impian ini. Sang gadi sangat berterimakasih kapada Tuhan atas pertemuan itu di mana ia bisa mengenal sosok pengeran yang sebenarnya, meski hanya sebentar saja. Sang gadis terap berharap sang pangeran akan terus menghubunginya meski hanya melalui pesan elektronik saja. Sebenarnya masih ada satu hal yang mengganjal pikiran sang calon permaisuri yakni seorang gadis yang berada di dalam kereta kencana milik sangpangeran yang ia temui sejenak setelah bertemu pangeran dan ingin mengembalikan kostumnya. Siapakah sosok wanita tiu? Benarkah sang pangeran sudah memiliki seorang pujaan hati? Entahlah.

Jauh sebenarnya apabila gadis memimpikan pangeran untuk menjadi miliknya seutuhnya. Baginya bukanlah dia yang pantas untuk sang pangeran. Masih banyak wanita lain yang jauh lebih sempurna darinya. Tetapi tidak dapat ditampik bahwa gadis inngin menjadi permaisuri bagi pangeran sutuhnya. Apalah daya, hanya takdir yang bisa menjawab. Tuhan telah meberikan pertemuan singkatnya dengan pengeran secara tiba-tiba dan Tuhan pasti menyimpan rahasia besar bagi sang gadis. Apapun rahasia itu semoga menjadikan yang terbaik untuk sang gadis.

Kini pangeran telah pergi. Komunikasi yang terjalin diantara gadis dan pangeran sempat berlanjut meski terkesan lebih kaku dan akhirnya terputus karena sang pangeran harus kembali ke tempat didikannya kembali. Kini permaisuri hanya dapat mengenang pertemuan singkat itu dan menunggu akan kedatangan pangeran kembali di kotanya serta menemuinya kembali dalam jengkal waktu yang terbilang masih sangat lama. Dalam angannya gadis jlata hanya bisa berkata ‘Datanglah dan undang aku kembali pangeranku, maka tahun depan aku pastikan datang’.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: