Permaisuri Jelata

Cerita ini bukan diangkat dari kisah sebuah kerajaan, bukan pula dari cerita dongeng prajurit dan putri raja. Hanyalah seorang gadis yang memiliki tubuh mungil. Kehidupannya terbilang biasa-biasa saja. Gadis bertampak kulit hitamnya ini tumbuh sejak lahir di sebuah area kota besar hingga menginjak usia 18 tahun. Meskipun kehidupannya dihabiskan di kota besar tersebut, bukan berarti ia mengikuti derasnya budaya yang mendekati metropolitan di kota itu.

Ketika kebanyakan orang di sekelilingnya bepergian menggunakan kaos tak berlengan ia justru selalu berusaha menutupi pigmen hitam di kulitnya yakni dengan mengenakan baju berlengan. Ketika kebanyakan orang di sekitarnya memakai celana jauh di atas lutut, ia hanya bisa mengenakan ‘long jeans’ untuk menutupi bagian tubuh yang menurutnya tidak perlu diperlihatkan pada orang lain (betis). Ketika kebanyakan teman-temannya menggunakan stir bundar untuk bepergian kemanapun, ia ahanya menggunakan stang lurus yang amat disayanginya untuk membawanya ke segala tujuan. Ya, dia bukan siapa-siapa di kota ini, kota tua, penuh dengan konflik, kota besar yang merupakan sebuah jantung di salah satu provinsi di Jawa.

Sejak kecil ayah dan ibunyasudah mengajarkan indahnya kesederhanaan. Keluarga kecilnya yang terdiri dari ayah, ibu, kaka, dan adiknya ini menjalani hidup apa adanya, tanpa kemewahan yang berlebih dan tanpa kekurangan yang berlebih pula. Namun, karakter sederhananya yang di bawa dari keluarganya tak jarang membuat ia menjadi sangat rendah hati bhkan meletakkan dirinya jauh dari kemampuan orang lain sehingga menjadikkannya rendah diri. Jarang sekali ia berfikir positif tentang dirinya terutama kemampuan dan keadaan fisik. Bahwa sesungguhnya gadis ini sungguhlah beruntung di bandingkan orang lain di mana masih dikaruniai keadaan fisik yang sangat sempurna, panca indera yang masih dapat berfungsi secara optimal.

Di suatu hari, di tengah-tengah aktivitas kesehariannya, ia mendapatkan sebuah undangan makan malam. Makan malam yang tergolong mewah dan terkesan menegangkan karena akan dihadiri para petinggi penting beserta anak didiknya di akkademi kemiiteran. Tawaran yang datang dari salah satu angkatan yang sudah terbilang senior dan di sampaikan melalui teman si gadis untuknya. Berita ini mungkin belum biasa untuknya di mana ia akan berhadapan dengan berpuluh pria terdidik dan bertubuh tegap untuk disandingkan satu per satu sebagai ajang untuk saling lebih menegenal.

Bagaikan undangan pesta sebuah kerajaan yang mana ia akan berada diantara wanita-wanita yang memiliki jauh lebih cantik darinya lebih sexy, dan pastinya jauh lebih bersih kulitnya jika dibandingkan dengannya. Meski memiliki karakter santai tetapi gadis tidak dapat menutupi ketidaksantaiannya saat ini. Bagaikan mimpi di kalang kabut. Dalam hal ini dia dihadapkan pada dua piilihan, iya atau tidak?!

Pagipun silih berganti malam, sang senior militer bak pangeran yang akan menjemput gadis dengan kereta kudanyapun mengirim pesan. Pesan tersebut hanya sekedar penyampaiaan kepastian tawaran “candle light dinner” dan kepastin jawaban ‘iya’ dari sang gadis untuk pangeran sesuai harapan pangeran. Dengan penuh pertimbangan kebimbangan hari sang calon permaisuri bertekad utuk menghadiri acara tersebut dengan berbagai resiko yang akan diterimanya, permmaluan atas dirinya sendiri karena ketidaksamaan keadaan dirinya dengan gadis-gadis lain di acara tersebut.

Malam berlalu cahaya matahari menunjukkan warnanya. Hari tiba di mana acara akan dihadirinya. Ia berharap hati ini telah membawa keputusan iya yang lebih pasti dari hatinya. Bukan untuk menggapai mimpi dongeng permaisuri dan pengeran tetapi hanya ingin menambah dunia pertemanan.

Jam demi jam terus bergerak maju. Segala kegiatan di pagi itu tidak terfokuskan lagi. kini pemikirannya terbagi dan pecah. Ia tak lagi terpusat pada satu pembicaraan karena pembicaraan itu tidak ada di otaknya, yang ada dipikirannya saat itu hanyalah “kejadian apa yang akan menimpanya malam nanti?” dengna ketaktan-ketakutan yang ada ia berusaha mengubahnya dengan kekuatan baru dan keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Semakin ia takt maka ia akan semakin berani dan semakin ia berani maka ia akan semakin takut dan takut.

Terik panas mathari menyengat pori-pori kulit dan merusak pigmen. Di atas kereta beroda dua terduduklah sang gadis dan calon ratu s kereta beroda dua terdudulah sang gadis dan calon ratu yang tidak lain adalah bundanya sendiri yang sangat sayang kepadanya. Mereka bepergian untuk mengunjungi setiap tempat yag sekiranya menyeediakan gaun permaisuri bertemakan “ White Romantic”. Satu-satu ia geledah dan satu per satu ia sadar bahwa tidak satupun gaun yag pantas untuknya. Semua cantik tapi usang dipakai sang gadis. Putus asa angan sang gadis untuk dapat berkenalan lebuh  jauh dengan sang pangeran, kini ia dihadapkan pada dua hal, ia mengahdiri undanga tersebut dan malu atau cukup berdiam diri di rumah tanpa mengenal wujud asli sang pangeran lebih dekat sampai kapanpun.

Dentingan waktu sudah menunjukkanlebih dari tengah siang. Dengan berat hati sang gadis mengambil keputusan yang kedua yakni mangkir dari undangan sang pangeran dan tidak akan mengenalnya lagi. pupus sudah angannya untuk menjadi permaisuri meski hanya dalam eaktu semalam saja. Tiada tenang hatinya, gundah gulana. Hanya semangkuk makanan ala Jepang yang menemaniya kala itu. Beruntung gadis memiliki Ibunda sebaik calon ratu dalam mimpi. Sungguh sang calon ratu sangat mengeti apa yang dirasakan putrinya kala itu. Dengan besar hati beliau setia menemani dan menghibur sang calon permaisuri dalam dongeng.

To Be Continue…

Advertisements

One response

  1. wah ceritanya sangat mengarukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: