Terimakasih Sahabat

Hai sahabat. Kau begitu mejenyukkan. Tingkahmu begitu mulia, wajahmu begitu berseri, dan nasihatmu begitu bermanfaat. Sahabat, tutur kata baik dan perjalanan spiritualmu adalah bekal indah bagimu di akhirat kelak. Kekaguman hati ini pada sesosok seorang sahabat, kau.

Sahabat, adalah sesosok yang selalu ada kapanpun. Kalimat itu yang sering muncul dalam persepsi banyak orang ketika mendefinisikan sahabat, tak ubahnya mungkin dirimu, sahabat. Tak ada yang salah dalam persamaan kata di atas. Namun bagiku sahabat adalah seseosok yang dapat  saling mengerti sahabat dan dirinya sendiri. Alangkah indahnya apabila kita bisa menjaga diri kita sebagaimana kita mengetahui baik dan buruknya diri kita masing – masing. Sahabat, selalu berusaha menjaga indahnya sahabat.

spongebob_and_patrick_star-4857

Baik – buruk seseorang merupakan sebuah individualisme setiap orang. Dalam sebuah karakteristik perseorangan kita tidak dapat menyamakan antar dengan yang lain, begitu juga menyamakan orang lain dengan diri sendiri. Dalam sebuah sesajen silahturahmi, bagitu indah jika pemikiran positif selalu kita bawa untuk menyebarkan energi positif pula. Namun, akan berkebalikan jika hal negatiflah yang menguasai kita.

Sahabat, ada kalanya kita kecewa, murka, dan membenci suatu hal. Tp adakalanya juga kita perlu melihat dari sisi lain dari hal yang kita benci tersebut. Tidak semua apa yang ada di pemikiran kita adalah benar adanya. Dan tidak semua hal yang disembunyikan adalah buruk adanya. Dalam sebuah fakta yang terungkap, meski menyakitkan, janganlah kita mudah menyimpulkan hal yang masih bisa bersifat abstrak. Tidak semua hal bisa kita ceritakan sahabat. Seperti perumpamaan seorang ibu yang selalu ada untuk anaknya kapanpun namun belum tentu mengetahui dunia sang anak dengan persis. Adakalanya kita berkeluh kesah dan bercerita pada orang yang tepat dalam hal – hal tertentu saja. Bukan karena tidak percaya, namun budaya menjaga attitude dan perasaan itu masih diterapkan oleh kita, sebagai orang yang menganut budaya Timur. Ketika murka, ketika marah dan benci serta caci itu datang darimu ucapan terimakasih datang dari mulutku. Tiada amarah dan benci kututurkan untukmu. Hanya sedikit rasa kecewa itu menghantuiku. Aku mengetahui, tidak pantas aku membenci sahabatku sendiri, tidak pantas aku memendam pemikiran negatif untuk sahabat sendiri terlebih untuk mengumbar keburukan yang belum tentu benar seperti dalam pemikiran sendiri. Dengan semampu aku menahan gejolak emosiku, untukmu sahabat. Terimakasih aku sampaikan untukmu dan maaf ak lontarkan pada sebuah kesempurnaan.

Dalam diri ini tak ubahnya diri yang hina dan banyak dosa. Tapi suatu hal yang dapat aku banggakan dari diri ini, kemauan, keinginan, tekadku untuk terus belajar dan belajar adalah sebuah point positif untuk aku menjalani kehidupan yang jalang ini. Seberapa besar dan kecil pembelajaran yang aku dapat dan lakukan hanyalah untuk diriku, bukan untuk aku bagikkan kepada orang lain. Apalah arti mengumbar sebuah hal yang dapat menjadikan sebuah kesombongan.

Terimakasih aku sampaikan untukmu

dan maaf ak lontarkan pada sebuah kesempurnaan

 

Pendewasaan diri adalah hal yang akan mendewasakan pemikiran kita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: